Prodi Sastra Indonesia Gelar Rapat Evaluasi Akademik Semester Genap 2025/2026
TERNATE — Program Studi Sastra Indonesia Universitas Khairun menggelar Rapat Evaluasi Akademik Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 17.00 WIT tersebut diikuti oleh para dosen Program Studi Sastra Indonesia.
Rapat evaluasi ini menjadi forum penting bagi program studi untuk meninjau pelaksanaan akademik semester genap sekaligus menyiapkan sejumlah agenda strategis menghadapi semester berikutnya. Terdapat tiga agenda utama yang dibahas dalam rapat tersebut, yakni penyesuaian nama mata kuliah, distribusi mata kuliah semester gasal 2026/2027, serta persiapan akreditasi Program Studi Sastra Indonesia Universitas Khairun tahun 2028.
Koordinator Program Studi Sastra Indonesia, Dr. Ramis Rauf, S.S., M.A., menjelaskan bahwa penyesuaian nama mata kuliah dilakukan sebagai bentuk respon program studi terhadap kebutuhan alumni dalam memasuki dunia kerja dan dunia usaha. Menurutnya, beberapa alumni memberikan masukan agar nama mata kuliah dibuat lebih umum sehingga lebih mudah dikenali oleh masyarakat luas, termasuk oleh pengguna lulusan. “Penyesuaian nama mata kuliah ini merupakan bagian dari upaya program studi untuk menjawab kebutuhan lulusan di dunia kerja dan dunia usaha. Masukan dari alumni menjadi perhatian penting agar nomenklatur mata kuliah lebih familiar bagi masyarakat dan pengguna lulusan,” ujar Dr. Ramis Rauf.
Selain membahas penyesuaian nama mata kuliah, rapat juga membicarakan distribusi mata kuliah untuk semester gasal tahun akademik 2026/2027. Agenda ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pada setiap akhir semester berjalan sebagai bagian dari persiapan menyambut semester berikutnya. Melalui pembahasan distribusi mata kuliah, program studi berupaya memastikan proses pembelajaran pada semester mendatang dapat berjalan lebih tertata, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan akademik mahasiswa maupun kesiapan dosen pengampu.
Agenda ketiga yang menjadi perhatian penting dalam rapat tersebut adalah persiapan akreditasi Program Studi Sastra Indonesia Universitas Khairun tahun 2028. Koordinator Program Studi menekankan pentingnya kesiapan lebih awal agar penyusunan dokumen akreditasi dapat dilakukan secara lebih matang dan berkualitas. Menurut Dr. Ramis Rauf, akreditasi bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan dokumen administratif, tetapi juga menjadi momentum bagi program studi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas akademik, kurikulum, tata kelola, dan kontribusi program studi terhadap masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Program Studi Sastra Indonesia Universitas Khairun juga merencanakan penyelenggaraan workshop kurikulum dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menghadirkan masukan dari pihak eksternal, baik dari kalangan akademisi, praktisi, alumni, pengguna lulusan, maupun mitra terkait. Keberadaan dan kontribusi para pemangku kepentingan eksternal dinilai penting sebagai rujukan dalam menyiapkan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, kurikulum Program Studi Sastra Indonesia diharapkan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan sosial, budaya, dunia kerja, dan dunia usaha.
Melalui rapat evaluasi ini, Program Studi Sastra Indonesia Universitas Khairun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan. Evaluasi akademik, pembenahan kurikulum, serta persiapan akreditasi menjadi bagian dari langkah strategis program studi dalam memperkuat kualitas lulusan dan daya saing institusi.